Minggu, 22 Juni 2014

Djuminem

Djuminem adalah salah satu putra dan putri nitiwijoyo yakni anak ketiganya nitiwijoyo yang sekaligus anak kedua dari buah kandung nitiwijoyo dengan istri yang keduanya yang bernama dasmi. Berikut ini kami akan menuliskan keturunan dari mbah djuminem. Djuminem >< Singo Kadiyo Anak-anak : Sumadi Partini Lasmi Karman Sudarti pada keturunan keluarga ini terjadi sebuah jalinan yang mempererat pertalian kekeluargaan pada salah satu putra yang bernama sumadi disini menjalin pernikahan dengan keluarga mbah wiro suparno. Yakni pertemuan dengan suparti sehingga keluarga antara mbah wiro suparno dan mbah djuminem merupakan kakak beradik sekaligus besan (para orang tua yang menikahkan anak) mungkin hanya ini yang berhasil kami susun sedikit keterangan dari keluarga mbah djuminem ini, kemudian untuk keturunan keturunan berikutnya nanti kami akan mencoba mencari sumber sumber yang berkaitan dengan trah keturunan nitiwijoyo. Th

Yati

Yati merupakan anak kedua pasangan mbah nitiwijoyo dengan istri ke duanya yakni mbah dasmi jadi merupakan anak pertama dari kandung ibu dasmi. Beliau menikah dengan niti harjo yang akhirnya di karuniai anak anak sebagai berikut : Sutinem Ngatmi Tarmi Ngatno mungkin saat ini penulis belum bisa menuliskan cerita singkat tentang mbah yati dan keluarga besar ini. Dan mungkin setelah menemukan sumber atau referensi tentang hal terkait semoga nanti bisa penulis lampirkan...

Sabtu, 07 Juni 2014

Wirosarjono

Mbah wiro sarjono adalah anak pertama pasangan mbah nitiwijoyo dengan mbah wasiyem yakni istri yang pertama.. Dari pasangan ini mbah niti hanya mempunyai satu anak mbah wirosarjono, karena beberapa waktu kemudian mbah wasiyem meninggal ketika mbah wiro mash kecil... Kemudian mbah niti wijoyo menikah lagi dengan orang daerah setempat yaitu karangelo klego. Mungkin perlu di ketahui bahwa sebenarnya mbah niti berasal dari tanah karang gede. Tepatnya dari desa babakan, yang pada masa itu mempunyai tanah kamardikan di daerah karangelo, sehingga mbah nitiwijoyo keluarga menempati daerah itu. Kembali pada perjalanan mbah wirosarjono. Ketika mbah wiro kecil termasuk anak yang sangat rajin. Dan pantang menyerah hingga pada masa remajanya ikut andil dalam perebutan kekuasaan penjajahan belanda dan jepang.. Mbah wirosarjono ketika masa perebutan kekuasaan tersebut bertemu dengan supartini yang akhirnya beliau menjalin rumah tangga dan bertempat tinggal di dusun bengle desa andong kabupaten boyolali. Dari hasil perkawinan tersebut di karuniai 10 anak yakni: 01 sunarto 02 maryoto 03 mulyono (alm kecil) 04 djuminem 05 sukamtini 06 joko sembodo 07 joko santoso 08 kembar (alm kecil) 09 = 08 10 ngatmiyatun karena kepiawaian mbah wirosarjono dalam kepemimpinan maka pada masa itu di beri kewenangan dari kabupaten untuk memerintah dan mengatur ruang lingkup desa andong menjadi lurah (kepala desa) sehingga aman tentram karta raharja.